Kejahatan Jelang Lebaran

Sebenarnya cukup berlebihan bila mengatakan kejahatan selalu meningkat selama bulan puasa dan terutama menjelang lebaran. Perlu dibuktikan secara statistik, apakah memang kenaikan tersebut adalah pola rutin, dan naiknya pun signifikan.

Namun demikian, satu hal memang cenderung terjadi selama bulan puasa dan menjelang lebaran adalah peningkatan potensi kejahatan dari sisi korban. Tingkat konsumsi yang tinggi, mulai dari skala kecil seperti berbelanja di pasar untuk kebutuhan sahur atau berbuka dan kebutuhan lebaran hingga pembelian barang konsumtif lainnya seperti elektronik, menyebabkan meningkatnya aktivitas di pasar, mall atau tempat berjualan lainnya. Kebutuhan lainnya, seperti pembayaran gaji pegawai dan tunjangan hari raya, membuat beberapa perusahaan kecil menengah yang belum menggunakan sistem transfer harus mencairkan uang dalam jumlah yang relatif banyak. Peluang terjadinya kejahatan tentu akan lebih tinggi dari biasanya.

Rumah yang ditinggal mudik selama lebaran, di tambah dengan jumlah pemudik yang tidak sedikit sehingga tidak sedikit pula rumah yang kosong, membuka kesempatan yang lebih tinggi untuk kejahatan.

Dalam pandangan kriminologi, kejahatan berkaitan dengan properti sebenarnya merupakan kejahatan yang sangat sering terjadi di kota-kota besar. Bahkan dapat dikatakan tipologi kejahatan ini adalah kejahatan yang normal terjadi di kota. Bila melihat statistik kejahatan di Jakarta misalnya, kasus 362 KUHP (pencurian) dan 365 KUHP (pencurian dengan kekerasan atau perampokan) adalah dua yang selalu masuk kejahatan dengan jumlah tertinggi setiap tahun.

Ciri khas kejahatan terkait harta benda (property related crime) ini dapat digambarkan melalui model crime triangle (segitiga kejahatan) yang dijelaskan oleh Marcus Felson. Menurutnya, kejahatan adalah peristiwa yang sangat kontekstual. Terjadinya dilatari oleh interaksi dari tiga faktor (oleh karenanya disebut dengan segitiga), yaitu motivated offender (pelaku yang memiliki motif), suitable target (target yang tepat), dan uncapable guardianship (penjagaan yang tidak baik). Sederhananya, kejahatan tidak hanya terjadi karena adanya pelaku yang memiliki niat, namun karena adanya kesempatan.

Beberapa hal sederhana yang saya jelaskan di atas adalah bentuk-bentuk target tepat yang potensial. Bila ditambahkan dengan menimnya penjagaan dari kepolisian ataupun mekanisme pengawasan lainnya yang dibangun secara informal, termasuk secara non formal oleh masyarakat, maka pelaku-pelaku yang memiliki motif akan menemukan sebuah kalkulasi yang menguntungkan bagi dilakukannya kejahatan.

Oleh karenanya, yang diperlukan untuk mengantisipasi kejahatan-kejahatan yang potensial muncul selama bulan puasa dan menjelang lebaran ini adalah kepedulian warga masyarakat terhadap keselamatan dirinya sendiri serta harta bendanya. Memastikan rumah terkunci dengan baik, melaporkan kepada satuan pengamanan di lingkungan rumah, hingga menyampaikan “titip rumah” kepada tetangga yang tidak mudik adalah langkah sederhana yang sangat mudah dilakukan.

Beberapa hal lain yang membutuhkan biaya ekstra adalah menambah teknologi di dalam rumah yang mampu membuat lampu di rumah hidup sesuai dengan waktu yang ditentukan, memasang cctv, atau memasang alaram rumah untuk memberitahu bila terjadi pembobolan.

Menyerahkan sepenuhnya upaya pengawasan dan pencegahan kejahatan kepada kepolisian tidak akan efektif, mengingat keterbatasan personil serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan oleh kepolisian. Menjelang lebaran dan menjelang mudik, tidak ada salahnya bagi ketua rukun tetangga membangun insiatif untuk membuat mekanisme pengawasan mandiri.

Selamat berpuasa, selamat mudik, dan selamat lebaran

-iqraks-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s