Sulitnya Mengungkap Teror Terhadap Novel

Cukup lama setelah Novel Baswedan, penyidik KPK, disiram air keras di pagi subuh, polisi belum kunjung berhasil mengungkap pelaku dan motifnya. Dalam pandangan saya, beberapa sebab polisi sulit mengungkap kasus ini. Pertama, polisi kekurangan petunjuk. Petunjuk biasanya diperoleh dari keterangan saksi-saksi, termasuk saksi korban. Dalam kasus Novel, saksi mungkin tidak bisa memberikan deskripsi yang jelas mengenai ciri pelaku, termasuk atribut lain yang menempel pada saksi, seperti kendaraan, pakaian, atau simbol-simbol tertentu. Saksi korban pun saya duga memiliki kesulitan yang sama. Situasi yang masih gelap pada saat kejadian semakin menyulitkan. Rekaman CCTV di daerah di sekitar tempat tinggal Novel juga tidak memberikan petunjuk yang jelas.

Kedua, air keras merupakan bahan yang sangat mudah diperoleh di toko kimia. Di Indonesia, untuk bahan-bahan yang selama ini sering digunakan di dalam kekerasan, sudah semestinya di dalam pembelian dilakukan pendataan. Karena penggunaan air keras bisa dianggap bukan untuk keperluan keseharian. Untuk pembelian besar yang dilakukan korporasi, mungkin tercatat, namun tidak untuk pembelian skala kecil. Hal ini turut mempersulit pelacakan.

Dalam banyak penelitian kriminologi, kejahatan kekerasan, hingga pembunuhan, biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki hubungan dengan korban. Baik dalam konteks keluarga, pertemanan, rekan kerja, atau tetangga. Biasanya dipicu oleh sesuatu yang kemudian memunculkan dendam atau sakit hati. Oleh karenanya, bila kekerasan (seperti pembunuhan) terjadi, polisi akan mengembangkan teori bahwa pelaku adalah mereka yang dikenal oleh korban. Pelacakan bisanya dilakukan melalui keterangan saksi hingga rekam komunikasi terakhir, seperti SMS, chat, atau email.

Kasus Novel saya kira tidak berkaitan dengan motif interpersonal tersebut di atas. Namun dilatarbelakangi oleh sesuatu yang lebih besar. Patut diduga kekerasan yang dialaminya berkaitan dengan statusnya sebagai penyidik di KPK yang tengah memproses kasus-kasus besar. Pelaku yang menyiramkan air keras patut diduga adalah orang suruhan, bukan pelaku sebenarnya yang memiliki motif.

Beban saat ini ada di kepolisian, karena bila tidak terungkap, maka ini akan jadi preseden yang tidak baik bagi penegakan hukum di Indonesia

Iqrak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s