Baju Tahanan KPK: Tepatkah?

Diskusi tentang baju tahanan kembali muncul setelah KPK membuat baju khusus untuk tahanan-tahanannya, termasuk untuk pelaku korupsi. Pertanyaannya, apakah sudah sesuai dengan standar minimum perlakuan terhadap tahanan yang harus dilindungi dari stigma? Bagaimana menurut anda?

BAJU KORUPTOR DIBERLAKUKAN

Tuesday, 02 December 2008
JAKARTA(SINDO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberlakukan kewajiban pemakaian seragam bagi tahanan. Pemakaiannya sementara hanya diwajibkan saat di rumah tahanan (rutan).

Ketua KPK Antasari Azhar mengatakan, ketentuan tersebut berlaku efektif sejak keluarnya surat Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja pada 1 September 2008. Surat itu ditujukan kepada para pengelola rutan yang menjadi tempat penitipan tahanan KPK.

Rutan yang selama ini menjadi penitipan tahanan KPK adalah Rutan Bareskrim Mabes Polri,Rutan Polda Metro Jaya,Rutan Polres Jakarta Selatan, Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, Rutan Metro Jakarta Barat, Rutan Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat,dan Rutan Wanita Pondok Bambu.

Surat bernomor B-40/20/ XI/2008 itu pada intinya menegaskan bahwa setiap tahanan KPK wajib mengenakan baju seragam selama berada dalam rutan.”Jadi, sejak dua bulan lalu sudah kami terapkan,” ujar Antasari di Gedung KPK,Jakarta,kemarin. Antasari meyakinkan penerapan aturan itu dengan menunjukkan foto empat orang model yang mengenakan contoh baju tahanan KPK. Baju berwarna biru itu di bagian belakangnya bertuliskan ”Tahanan KPK”.

Sementara kerah dan ujung lengan baju berwarna kuning. Setiap tahanan laki-laki masing-masing diberi dua potong baju, sedangkan perempuan diberi jatah tiga potong. Antasari yang didampingi Ade Rahardja meminta masyarakat agar melapor ke KPK jika pada kenyataan di lapangan melihat tahanan tidak mengenakan seragam.Jika kondisi itu benar, KPK akan mempertanyakan tahanan.

”Tentu dengan alasanalasan apa,”ujarnya. Wacana penggunaan baju tahanan atau dikenal baju koruptor berawal dari rapat pimpinan KPK pada Agustus lalu. Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin merupakan orang yang pertama kali melontarkan rencana yang disambut baik oleh masyarakat.

Penggunaan baju seragam didasari semangat pemberantasan korupsi. Salah satunya supaya menimbulkan efek jera dan malu untuk melakukan korupsi. Namun, kewajiban menggunakan seragam dipastikan tidak melanggar asas praduga tak bersalah dan ketentuan hukum lain. Antasari mengakui,empat tahanan KPK yang merupakan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI),yakni Aulia Tantowi Pohan, Aslim Tajuddin, Maman H Soemantri, serta Bunbunan Hutapea belum mengenakan baju seragam.

Para tersangka kasus aliran dana BI sebesar Rp100 miliar ini belum mendapat baju tahanan sejak ditahan,Kamis (27/11) lalu.Tetapi,Antasari menegaskan akan segera mengirimkan baju seragam bagi keempat tahanan tersebut.

Mengenai penggunaan seragam tahanan saat diperiksa di Gedung KPK dan menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, menurut Antasari, masih dipertimbangkan. Hal itu akan dikaji lebih jauh agar tidak bertentangan dengan hukum. M Jasin menambahkan, sebelumnya KPK memang menerima banyak usulan desain baju tahanan dari masyarakat. Namun,pada akhirnya desain yang digunakan adalah hasil kesepakatan KPK. (rijan irnando purba)

Explore posts in the same categories: Peradilan Pidana

3 Comments on “Baju Tahanan KPK: Tepatkah?”

  1. Dwi Arie Wibowo Says:

    jika pemberian baju khusus tahanan kasus korupsi dikaitkan dengan pemenuhan standar minimum perlakuan tahanan, saya rasa sah-sah saja, kita harus lihat melihat korupsi kedalam konteks kasus kejahatan memiliki dampak yang maha dahsyat bagi masyarakat jadi saya rasa bisa di perbolehkan,, yang menurut saya harus lebih di perhatikan adalah bagaimana jangan hanya sampai pada pembuat jera saja, tapi memang membentuk sistem yang terintegrasi dan transparan terhadap laporan keuangan di lembaga negara,, mematikan kesempatan untuk melakukan korupsi..

  2. kira Says:

    Pendapat saya,
    Ketika sedang menangani suatu permasalahan, pola pikir kita haruslah lebih dahulu menangani sesuatu yang “urgent matter”/permasalahan yang signifikan dan mendesak.

    Dalam hal ini, baju tahanan:KPK, bukanlah suatu urgent matter dalam pemberantasan Korupsi diNegeri tercinta ini. Karena sangat naif apabila kita berpikir kalau seseorang akan takut untuk melakukan korupsi karena takut akan mengenakan baju tersebut.

    The most important adalah Kepastian Hukum

    Terima Kasih

    Salam,
    Kira


  3. […] WordPress terkait: – Baju Tahanan KPK: Tepatkah? oleh Peradilan Pidana – Would you date this Marshanda girl? oleh Ong Hock […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: