Komodifikasi Pendidikan Tinggi: hati-hati!

dsc02500.jpgrektorat1.jpg

April 2007 ini, UGM akan memilih rektor barunya. Dalam tahun ini UI juga akan melakukan pemilihan rektor. Pemilihan rektor universitas dengan status Badan Hukum Milik Negara (seperti UI dan UGM) memiliki nilai strategis. Bukan karena yang menjadi rektor akan populer, setingkat menteri pendidikan. Bukan pula karena tunjangan yang sangat besar, yang juga hampir setingkat menteri.

Ada yang perlu dikhawatirkan dan karenanya diperhatikan dalam pemilihan rektor universitas BHMN, terkait dengan upaya komodifikasi pendidikan di perguruan tinggi.

BHMN pada hakekatnya adalah lepasnya tanggung jawab negara terhadap penyediaan pendidikan tinggi sebagai hak warga negara. Dengan kata lain, universitas BHMN tidak jauh berbeda dengan universitas swasta. Universitas dijadikan seperti sebuah perusahaan (bisnis) dengan tujuan mendapatkan untung. Komitmen universitas untuk pengembangan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat menjadi semakin sirna.

Ada contoh menarik sebagai komparasi. India adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk miskin relatif banyak di dunia. Kemiskinan membuat beban negara bertambah. NAmun kondisi ini tidak lantas membuat India lepas tangan terhadap pendidikan tingginya. Sekarang ini pemerintah India terlibat secara penuh dalam membiayai 13 universitas dan institut terkemuka yang diberikan tugas mengembangkan sumber daya manusia handal bagi India. Negara berkomitmen untuk membiayai research, membangun laboratorium, dan perpustakaan.

Ke-13 universitas dan institut tersebut secara fisik memang tidak “meyakinkan”. Karena bangunan terkesan kumuh, kursi dan meja seperti pemandangan umum sekolah dasar di Indonesia, dan tanpa pendingin ruangan. Mungkin hanya kipas angin. Namun untuk fasilitas akademik mereka lengkap. Dan negara terlibat dalam menyediakannya.

Namun di Indonesia, dengan alasan kemiskinan yang menambah beban negara, perguruan tinggi sudah tidak lagi menjadi tanggung jawab negara. Padahal UUD mengatakan, pendidikan adalah hak warga negara. Kata pendidikan dalam hal ini tentu saja dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi (minimal setingkat S1).

Inilah yang kemudian membuat sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia (seperti UI dan UGM) berubah menjadi universitas yang mahal. Jika dahulu sangat mudah untuk menemukan anak petani dan anak tukang becak belajar di UGM, sekarang sulit sekali. Apalagi jika kita bicara tentang UI, yang terletak di pusat negara ini.

Di sinilah pentingnya kita mengkritisi perubahan yang seperti ini. Pendidikan dijadikan komoditas yang diperjual belikan, bukan lagi hak warga negara. Penelitian tidak lagi digunakan untuk pengembangan ilmu, namun untuk proyek mencari uang. Karena universitas BHMN akan menarik Institusional fee yang lebih tinggi atas proyek tersebut. Jika Laboratorium (pusat studi) dahulu dikenal sebagai pusat kajian/penelitian, sekarang justru dijadikan sebagai ventura (bisnis) di fakultas atau universitas.

Pertanyaannya, di mana letak fungsi perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan. Komitmen pendirian perguruan tinggi adalah untuk pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bukan untuk bisnis.

Oleh karenanya, mungkin sekarang ini perubahan dapat dilakukan dengan cara mendapatkan pimpinan yang tidak bertindak seperti manajer perusahaan yang fikirannya hanya mengejar keuntungan. Kepada Majelis Wali Amanat; mulai dari Menteri Pendidikan Nasional, pada Guru Besar, para Wakil Karyawan, wakil mahasiswa dan wakil masyarakat umum cobalah mulai menjernihkan fikiran tentang fungsi dan komitmen perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan. Pilihlah dengan hati nurani. Bahkan mungkin kita perlu memikirkan lagi, tepatkah kebijakan privatisasi perguruan tinggi??

Explore posts in the same categories: Kriminologi dan Pembangunan

One Comment on “Komodifikasi Pendidikan Tinggi: hati-hati!”

  1. LULU Says:

    Gedung Rektoratnya mirip bangettttt ma kampuzz aq hehe🙂 Borneo University Tarakan East Kalimantan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: