The Bush Gang (1)

bush_gang1.jpg

(Iqrak Sulhin)

The Bush Gang memang sebuah judul buku. Namun gang ini terkenal tidak beriringan dengan terbitnya buku yang mungkin telah dibaca di seluruh dunia itu. Justru karena hampir sebagian besar warga dunia (khususnya negara dunia ketiga) telah merasakan dampak mengerikan dari kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Gang ini dipimpin tentu saja oleh George W. Bush, Presiden Amerika Serikat.

Sebagian kita mungkin pernah membaca buku John Perkins, the Confessions of An Economic Hit Man (2004). Terkait dengan Indonesia, buku tersebut membuka sebuah rahasia besar tentang upaya menghancurkan ekonomi sebuah negara melalui pembunuh ekonomi yang menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan kontraktor multinasional berbasis di Amerika Serikat. Jika Perkins membuka mata kita tentang sejumlah individu, yang terkait dengan kepentingan kapitalisme global, The Bush Gang (2006) menelanjangi rahasia umum tersebut dengan memperlihatkan keterlibatan aktor yang lebih berkuasa ketimbang the economic hit man, yaitu the US Government, the Bush Gang.

The Bush gang seperti memberikan konfirmasi atas penjelasan Perkins dalam bukunya tersebut. Ketika sebuah negosiasi (baca: pemaksaan secara halus) mandeg, para penguasa kapitalisme global akan melakukan upaya kekerasan melalui serigala-serigala pembunuh Presiden atau Perdana Menteri sebuah negara yang tidak sejalan dengan kepentingan kapitalisme global, tepatnya Amerika Serikat. Jika upaya kekerasan ini juga mengalami kegagalan, maka cara terakhir akan dilakukan; penguasaan melalui perang. Perkins mengatakan, negosiasi adalah domain the economic hit man, sementara pembunuhan dan perang adalah keputusan yang diambil oleh penguasa yang lebih tinggi.

Inilah yang dijelaskan oleh the Bush Gang. Inilah yang terjadi di Irak, Afganistas, dan mungkin terjadi di negara-negara lain yang tengah masuk daftar “poros iblis” pemerintah AS.

Penguasaan melalui perang memang upaya terakhir dan yang paling eksplisit. Namun boleh dikatakan, the Bush gang juga menjadi kreator pembunuhan secara perlahan-lahan melalui kebijakan-kebijakan ekonomi politik yang diskriminatif terhadap negara miskin dunia ketiga (Asia, Afrika, dan Amerika Latin). Doktrin-doktrin liberalisasi, deregulasi dan privatisasi Konsensus Washington dijadikan senjata ampuh untuk memiskinkan negara-negara yang memang sudah lemah. Rakyat disuruh membayar atas apa yang seharusnya menjadi hak; seperti pendidikan dan kesehatan. Melalui WTO, the Bush gang memiskinkan negara-negara Afrika. Akhirnya melalui perang the Bush gang menguasai sumber daya alam secara paksa dengan alasan “menegakkan demokrasi”. Si negara yang terbebaskan gigit jari karena minyak yang mereka miliki tidak dipergunakan untuk membangkit listrik, menghidupkan air, dan memperbaiki sarana publik; namun menjadi komoditi yang dijual oleh perusahaan-perusahaan minyak AS dan sekutunya.

Explore posts in the same categories: Kriminologi dan Pembangunan

One Comment on “The Bush Gang (1)”

  1. Dodik Fathurrohman Says:

    Mohon ada yg kasih info mengenai Buku itu. Saya berharap dapat meiliki Buku itu.
    Sekian terimakasih..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: