Korporatokrasi (Kompas, 27 Maret 2007)

Anda ingat John Perkins, penulis buku Confessions of An Economic Hit Man (2004)? Buku baru berjudul A Game As Old As Empire: The Secret World of Economic Hit Men and the Web of Global Corruption (2007) yang disunting Steven Hiatt mengungkap lebih jelas petualangan “ekonom pembunuh bayaran”.

EHM bekerja untuk korporatokrasi (corporatocracy), jaringan kerja sama antara MNC (multinational corporations) dengan lembaga internasional (World Bank/IMF), elite negara maju, dan penguasa negara Dunia Ketiga.
Continue reading “Korporatokrasi (Kompas, 27 Maret 2007)”

Advertisements

Lampu merah “jalan terus”

Lampu merah seharusnya berhenti. Namun “tidak berlaku” dengan beberapa pengendara motor di perempatan Pasar Rebo. Demikian pula dengan batas berhenti kendaraan yang seharusnya tidak sampai pada jalur penyeberangan jalan. Ini merupakan gambaran yang agak umum di jalanan Jakarta. Foto diambil 10 Maret 2007, pukul 17.00

img_0257.jpg

img_0273.jpg

img_0259.jpg

img_0266.jpg

Foto milik Iqrak

Polisi dan “Silahkan Berhenti”

Foto milik Iqrak

Polisi dan “Silahkan Berhenti”

img_0262.jpg

Berhanti di tanda larang berhenti seharusnya tidak diperbolehkan, alias melanggar peraturan lalu lintas. Foto ini diambil di perempatan Pasar Rebo arah TB Simatupang, Jakarta Timur, tanggal 10 Maret 2007 pukul 17.00. Terlihat mobil patroli polisi ikut “nimbrung”. Ironi….

Cyber Crime

Cyber Crime pada dasarnya adalah kejahatan lama berwajah baru. Media cyber menjadi penting dalam hal ini. Kemajuan teknologi informasi justru dipergunakan untuk melakukan kejahatan. Ingin tahu lebih dalam tentang apa, mengapa dan bagaimana cyber crime? Tulisan dari Adrianus Meliala dan Kisnu Widagso berikut ini dapat dijadikan sumber bacaan awal.

etiologi-cyber-crime.pdf

NEWSMAKING CRIMINOLOGY

Perkembangan masyarakat di Indonesia dewasa ini menuntut kriminologi lebih adaptif. Salah satu bentuknya adalah membuat sebuah kajian khusus tentang permasalahan yang muncul dalam konstruksi sosial kejahatan di media massa yang dikenal dengan kajian Newsmaking Criminology. Media massa melalui pemberitaannya tentang kejahatan sering melakukan mistifikasi (pengkaburan) realitas kejahatan. Berita kejahatan yang disajikan justru tidak proporsional, didramatisasi, melanggar etika dan hukum pers,; dengan kata lain making more trouble. Membuat masalah kejahatan yang diberitakan tersebut menjadi semakin buruk. Tulisan dari Iqrak Sulhin ini dapat dijadikan sedikit pengantar untuk memahami kajian Newsmaking Criminology tersebut. Tulisan ini merupakan salah satu bagian dari diskusi internal Pusat Kajian Kriminologi terkait dengan upaya mengembangkan kurikulum kriminologi yang baru.

newsmaking-criminology.pdf